Senin, 09 September 2013

KEHAMILAN I



BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1  Kehamilan
2.1.1        Definisi Kehamilan
Menurut federasi obstetric ginekologi internasional kehamilan di definisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum,dan di lanjutkan dengan nidasi atau implantasi.bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi,kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender internasional (Sarwono, 2012:213).
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin.lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari)dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan (Saifuddin, 2009:89).
Berdasarkan pengertian diatas maka disimpulkan bahwa kehamilan merupakan hasil pembuahan (konsepsi) dari pertemuan antara sperma dengan ovum sehingga terjadi nidasi pada endometrium dan berkembang menjadi janin di dalam rahim ibu sampai janin cukup bulan yang terjadi secara alami selama 280 hari ( 9 bulan 7 hari) dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir.
2.1.2        Antenatal Care
Antenatal care (pelayanan antenatal) adalah pemeriksaan kehamilan untuk melihat dan memeriksa keadaan dan pertumbuhan ibu dan janin yang dilakukan secara berkala di ikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang di temukan selama kehamilan,dan untuk mengoptimalisasikan keadaan fisik dan mental ibu hamil, sehingga mampu menghadapi persalinan kala nifas, persiapan pemberian ASI dan kembalinya reproduksi secara wajar (Rita yulifah, 2009:60).
Asuhan antenatal merupakan upaya preventif program pelayanan kesehatan obstetrik untuk optimalisasi luaran maternal dan neonatal melalui serangkaian kegiatan pemantauan rutin selama kehamilan. (Sarwono, 2012:278)

2.1.3        Tujuan Asuhan Antenatal
1.      Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
2.      Mendeteksi adanya komplikasi yang dapat mengancam jiwa ibu dan janin.
3.      Merencanakan asuhan khusus sesuai dengan kebutuhan
4.      mempersiapkan persalinan serta kesiagaan dalam menghadapi komplikasi
5.      Mempersiapkan masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif (Rita yulifah, 2009:60-61)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar